Peringatan 10 Tahun Intifada Al Aqsa

Peringatan 10 tahun Intifada Al AqsaPada 10 tahun yang lalu tepatnya tanggal 28 September 2000, dari pelataran Masjid Al Aqsa meletus sebuah gerakan revolusioner terbesar kedua dalam dua dasawarsa terakhir untuk pembebasan Palestina, gerakan Intifada Kedua. Gerakan yang melahirkan ribuan syuhada Palestina ini kemudian dikenal dengan sebutan Intifada Al Aqsa (Al Aqsa Intifada).

Intifada Al Aqsa merupakan sebuah akumulasi dari kekecewaan rakyat Palestina atas perdamaian Madrid yang dirancang Amerika Serikat dan Zionis Israel, yang dengan itu ribuan hektar tanah Palestina terampas. Hingga akhirnya perdamaian Palestina – Israel menemui jalan buntu. Perjanjian Madrid yang digagas sejak 1999, tidak lain hanyalah tipu daya Zionis untuk melakukan kudeta dengan prinsip “tanah sebagai ganti perdamaian” yang juga digagas sejumlah rezim resmi Arab yang melibatkan Zionis Israel serta pihak-pihak internasional lainya hingga mereka mengubah strateginya menjadi “Damai sebagai ganti perdamaian”.” />

Intifadhah ini juga terjadi setelah perundingan Camp David II yang dihadiri oleh delegasi Amerika Serikat, Israel, dan Palestina. Suatu perjanjian dimana pemerintah Amerika Serikat berupaya keras menerapkan proyek pemberangusan masalah Palestina melalui perundingan. Era Camp David II akhirnya berakhir, hancur berkeping keping seperti disambar petir di siang bolong, sebagaimana yang terjadi pada perundingan Camp David I. Hancur lebur di bawah tekad Palestina yang mengibarkan bendera Intifada Al Aqsa.
Melalui Intifadhah Al-Aqsha ini, Palestina menunjukkan keberaniannya yang dahsyat dan kesiapan untuk berkorban demi pembebasan Palestina dan menolak dengan heroik solusi konflik yang diajukan oleh Israel dalam perundingan Camp David II pada Juli 2000. Akibat penolakan ini, Palestina harus membayar dengan darah syuhada yang tidak sedikit.

Untuk itulah, peringatan 10 tahun Intifada Al Aqsa memiliki arti yang sangat penting dalam perjuangan kembali pembebasan Palestina dari penjajah Zionis Israel dan sekutunya. Intifada Al Aqsa mampu menghidupkan kembali Palestina dan harga diri Palestina yang menjadikannya lebih dekat kepada kemenangan dan kemerdekaan sebagaimana sambutan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah dalam peringatan 10 tahun lahirnya perjuangan Intifada Al Aqsa.

Dan berikut adalah sambutan secara lengkap yang disampaikan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah dalam memperingati 10 tahun Intifada Al Aqsa.

Peringatan 10 tahun Intifada Al Aqsa

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh.

Wahai warga Palestina yang mulia, warga Baitul Maqdis dan sekitarnya, umat Arab dan Islam, warga dunia yang merdeka dan pejuangnya dari kalangan pemilik nurani yang hidup, pembela hak, keadilan dan kemerdekaan di seluruh penjuru dunia, kepada kalian semua kami sampaikan salam penghormatan dan penghargaan. Semoga Allah memberikan pahala berlimpah kepada semua orang yang memberikan sumbangsi jiwa, harta dan pengorbanan.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. ” (Quran Surat Al-Ankabut: 69)

Warga Palestina kami yang mulia!!

Dalam setiap sejarah bangsa, selalu ada stasiun dan detik-detik historis inovasi dalam perjuangan dan pengorbanan. Bangsa Palestina sendiri memiliki lembaran sejarah paling cemerlang dalam memperjuangkan keluhuran dan upaya meraih kemenangan sehingga bangsa Arab dan umat Islam pun bangga kepada Palestina.

Dalam sejarah modern kita, ada “Intifada Batu” pada Desember 1987 yang mampu mengembalikan kepercayaan kepada sebuah bangsa terjajah bahwa generasi pencetak kemenangan akan datang. Intifada Batu ini menegaskan bahwa sikap menyerah bukan sikap akhir karena sejarah bangsa ini selalu indah, penuh kehormatan. Momen heroik ini menjadikan dunia tercengang karena bangsa Palestina memiliki kemampuan menantang penjajah. Bahkan semangat itu terpatri dalam bocah-bocah, kakek dan wanita Palestina yang dengan tangan kosong menghadang tank-tank Zionis Israel. Merekalah generasi yang melepaskan ikatan kafilah syuhada menuju kemerdekaan.

Kemudian seperti hari ini pada September 2000, lahir “Intifadhah Al-Aqsha“, setelah Israel merasa yakin mengelabui dunia dengan penandatanganan perjanjian damai Oslo, Norwegia, tahun 1993, seakan Israel sebagai pengusung perdamaian, padahal penyitaan tanah dan pemukiman serta kejahatan lainnya terhadap bangsa Palestina terus berlanjut.

Agar kita bisa memahami dengan baik indikator-indikator momen penting ini, sepatutnya kita membaca sejarah dan mengambil pelajaran dari sana.

Tanah Palestina yang diberkahi ini pernah dijajah oleh kaum Salib selama lebih dari 80 tahun. Kuda-kuda mereka bersimbah oleh darah kaum muslimin di halaman masjid Al-Aqsha. Namun penjajah Salibis berakhir dengan kekalahan, setelah kemenangan itu diwujudkan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi.

Sejarah mengajarkan bahwa tidak ada masa depan bagi penjajahan di bumi Palestina, bumi Isra dan Mi’raj yang diberkahi.

Intifada Al-Aqsha membawa kabar gembira di masa depan. Mata dan hati umat Islam ini selalu melihatnya dengan penuh kekaguman kepada perlawanan anak bangsa Palestina dan pengorbanan mereka.

Intifada Al-Aqsha adalah ujian terhadap kemampuan kami dalam berkorban dan sabar. Bangsa kami telah membuktikan bahwa mereka layak hidup dan tidak pernah ragu-ragu melawan dan mengambil risiko menghadapi Israel. Bahkan bangsa Palestina terbukti tegar dan menempuh segala cara dalam berjihad. Perlawanan Palestina sudah memberikan pukulan-pukulan telak kepada penjajah Israel hingga penjajah zionis ini tidak tahan dan hengkang dari Jalur Gaza tahun 2005.

Intifada Al-Aqsha telah mendarah daging dalam bangsa Palestina dan memberikan dorongan sikap tegas menolak penjajah. Pembebasan Jalur Gaza dari Israel adalah “stasiun pertama” menuju perjalanan, menuju pengembalian hak bangsa Palestina untuk merdeka.

Dalam peringatan 10 tahun Intifada Al-Aqsha, bangsa kami semakin kuat mempertahankan hak dan prinsip nasional mereka. Tuntutan pembebasan tawanan Palestina dari penjara Israel semakin kuat. Untuk mereka, kami akan terus menggunakan cara-cara hingga Allah membebaskan mereka.

Warga Palestina yang mulia!!

Sepuluh tahun Intifada Al-

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: